Baim Wong & Paula Verhoeven wajib Menyamar hingga Bersembunyi di Garasi Datangi Rumah Nenek Iroh

BaimWongdanPaulaVerhoeven harus menyamar hingga bersembunyi di garasi untuk bisa datang ke rumah Nenek Iroh. PenyamaranBaimWongdanPaulaVerhoeven itu dilakukan demi bisa sampai ke rumah Nenek Iroh. Hal tersebut lantaran saat awal datang menggunakan mobil, warga sudah berkerumun ingin bertemu Baim Wong dan Paula Verhoeven di rumah Nenek Iroh.

Diketahui bersama, dalam masa pandemi Covid 19 saat ini tentu teramat rentan berada dikerumunan. Maka dari itulah,BaimWongsangat menghindarinya. UpayaBaimWongdan tim untuk sampai ke rumah Nenek Iroh diTegalbetul betul harus menguras tenaga.

Mulai dariKianoyang rewel karena kegerahan di dalam bus. Sampai kesasar saat mencari lokasi rumah Nenek Iroh. Setelah beberapa lama mencari akhirnyaBaimWongmenemukan rumah Nenek Iroh.

Namun kondisinya sudah sangat tidak kondusif. Warga berkerumun ramai sekali menantiBaimWongdanPaulaVerhoeven. Karena tidak mungkin mereka turun, akhirnya mobil yang ditumpangi Baim Wong dan Paula Verhoeven juga Kiano, sampai diungsikan ke dalam garasi rumah saudaranya Nenek Iroh.

Tadi kan rame banget ya di luar sana, Tadinya kita mau balik ke hotel nyuruh Nenek Iroh ke hotel aja tapi akhirnya di sini ada rumah saudaranya Akhirnya mobil kita masuk garasi, dan akhirnya suasana udah kondusif lagi kita bisa tutup garasinya,

Kita nunggu Nenek Iroh dijemput untuk ke sini," kataPaulaVerhoeven. Paula Verhoeven menjelaskan rencana awal rombonganBaimWongmemang berniat untuk datang ke rumah Nenek Iroh. Namunkerumunanwarga sangat tidak memungkinkan untuk mereka turun.

"tadinya kita mau nyamperin rumah Nenek Iroh yang disana cuman jalannya lumayan jauh, Jadi kayanya gak mungkin jalan ke sana karena kerumuman dan PSBB juga," kataPaulaVerhoeven. Lalu Katon dan Sasa, karyawanBaimWong, menyusul Nenek Iroh.

Di dalam rumah Nenek Iroh pun sudah ramai sekali orang, mungkin saudaranya. Katon lalu mengatakan rencana untuk membawa Nenek Iroh ke rumah saudaranya. "bisa gak kalau nenek dibawa ke sana, kursi ada ?" kata Katon.

"digendong ," kata seorang wanita. Nenek Iroh berkukuh ingin agarBaimWongyang mendatanginya. "cuman kan rame nek, mungkin nanti, nenek ke sana dulu nanti mas Baim nganter ke sini, kan biar ka baim tau juga rumahnya nenek," kata Katon.

Lalu ada seorang perempuan lain yang memberitahu bahwa Nenek Iroh memiliki seorang adik kandung. "ini adenya tinggal berdua, yang laku laki udah meninggal," katanya. Saat sedang bersiap, tiba tiba saja adik Nenek Iroh ambruk.

Ia menangis histeris sambil berucap menggunakan bahwa Jawa. Pada intinya ia mengiraBaimWongakan membawa kembali Nenek Iroh ke Jakarta. "adik kandungnya asli nih, tinggal berdua nih," kata seorang wanita.

Kemudian Katon dan Sasa kembali ke garasi, tempat mobilBaimWongbersembunyi. Sasa mengira awalnya memungkinkanBaimWongke rumah Nenek Iroh. "mau gua ke sini dia belum bisa ke sana," kata Sasa.

"menurut lu gimana ?." timpalBaimWong. "ke sana better, nanti parkirnya dipepetin ke rumah jalan dikit," katanya. "gua ikutin lu aja ya," kataBaimWong.

Sesampainya di dekat rumah Nenek Iroh,kerumunanwarga makin menjadi. MobilBaimWongsampai dikerumunin oleh warga. Karena kondisi tersebutBaimWongmemutuskan untuk balik kanan menuju hotel.

"kayanya kita balik lagi malam, gua nyamar jadi jilbab sekitar jam 9 , Paling cuma pake motor,tadi gak bisa, serem banget, kita naik mobil dulu nih terus naik motor," kataBaimWongdi hotel. Setelah mengatur strategi sedemikian rupa,BaimWongdanPaulaVerhoevenakhirnya menyamar.

Mereka berdua mengenakan jilbab, termasukBaimWong. Bahkan ketika keluar hotel,BaimWongsampai sangat hati hati sekali melihat kondisi. Belum sampai ke rumah Nenek iroh, meski sudah menyamar,BaimWongdanPaulaVerhoeventetap saja dikejarkerumunanwarga.

"disusul kita," kataPaulaVerhoeven. "berenti di kiri pak ris bilang suruh pulang, ini crew semua biar gak ngikuti," kataBaimWongke sopirnya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *