Bakal Konser di Korea Selatan, Band Rock Queen Apresiasi Popularitas K-Pop yang Mendunia

Seleb

Band rock legendaris asal Inggris, Queen dikabarkan menyelenggarakan konser di Korea Selatan. Konser yang digelar pada Sabtu (18/1/2020) dan Minggu (19/1/2020) di Gocheok Sky Dome, Seoul ini disebut sebagai konser perdana Queen di Korea. Dilansir dari laman , Queen yang turut menggandeng penyanyi Adam Lambert sebagai vokalis ini tiba di Seoul pada Rabu (15/1/2020).

Sementara itu, konferensi pers terkait dengan konsernya tersebut digelar pada Kamis (16/1/2020). Dalam konferensi pers tersebut, sempat dibahas perihal popularitas musik K Pop yang semakin meluas. Seperti yang diketahui, belakangan ini sejumlah artis Korea khususnya dari industri musik atau K Pop telah berhasil melebarkan sayapnya hingga ke mancanegara.

Salah satunya adalah BTS yang beberapa waktu lalu sempat menggelar konser di Inggris tepatnya di Wembley Stadium, London. Terkait hal itu, sang gitaris yakni Brian May mengatakan bahwa musik K Pop telah memberikan pengaruh besar di Inggris. "Itu memberikan pengaruh yang besar di Inggris, sangat besar," ungkap Brian May.

May juga mengatakan bahwa ia sangat tertarik dengan perkembangan musik K Pop. "Sangat menarik untuk mencari tahu bagaimana (K Pop) itu akan berkembang, karena saat kami muda, musik rock menjadi bahasa anak anak (kala itu) dan berkembang," ungkapnya. "Ini sangat menarik untuk melihat bagaimana K Pop bisa bertumbuh bersama dengan suatu generasi, apakah (K Pop) akan menjadi suara dari generasi itu?" sambungnya.

Selain itu, May juga menuturkan bahwa menurutnya musik K Pop akan berkembang menjadi luar biasa. Sementara itu, Adam Lambert berujar bahwa K Pop menyajikan penampilan atau visual yang mengagumkan. Ia juga mengatakan bahwa dirinya telah melihat banyak penampilan yang menakjubkan dari boyband BTS.

"Penampilan (K Pop) lebih dari sekedar menyenangkan untuk dilihat. Aku telah melihat banyak penampilan menakjubkan dari BTS," ungkap Lambert yang dikutip dari . Queen juga menyatakan bahwa pencapaian yang diperoleh K Pop begitu mengagumkan. Menurutnya, merupakan hal yang langka atau sulit untuk bisa memperoleh popularitas dari berbagai belahan di dunia seperti yang dilakukan oleh para bintang K Pop.

Mereka pun mengapresiasi keberhasilan tersebut. "Ini merupakan generasi yang berbeda dengan kami, tapi kami bisa merasakan hebatnya hal itu," ungkapnya. Keberhasilan film 'Bohemian Rhapsody' yang tayang pada 2018 di Korea disebut telah memberikan pengaruh besar bagi Queen.

Film yang berhasil memperoleh hingga 9 juta penonton di Korea itu disebut membantu band lawas itu seperti 'hidup kembali.' "Itu mendatangkan generasi baru bagi kami. Kami melihat di bandara sejumlah anak muda berteriak menyambut kami, yang itu merupakan hal yang telah lama tidak kami jumpai," ujar May. Saat ini Queen hanya beranggotakan tiga orang.

Mereka adalah Brian May, Roger Taylor, dan Adam Lambert. Penyanyi Amerika tersebut baru bergabung dengan band rock tersebut di tahun 2011 silam. Lambert mengambil peran sebagai vokalis, menggantikan mendiang Freddie Mercury.

Ia mengaku awalnya terasa sangat berat untuk menggantikan posisi vokalis kenamaan tersebut. Menurutnya itu adalah hal yang mustahil untuk bisa mengikuti standar dari seorang Merkuri. "Dengan bantuan May dan Taylor, aku akhirnya belajar bahwa ketimbang berusaha meniru apa yang dilakukan Freddie, lebih baik berfokus pada lagu sebagai sebuah karya musik dan cara untuk menyampaikan pesan agar proyek ini berhasil," ungkapnya.

Penyanyi yang sempat tampil dalam serial 'Glee' ini juga mengatakan bahwa hanya ada satu Freddie Mercury dan hanya akan ada satu Freddie Mercury. Roger Taylor yang merupakan pemain drum Queen mengatakan bahwa bisa berkolaborasi dengan Lambert merupakan hal yang luar biasa. Sementara itu, May mengatakan ada sejumlah persamaan, namun juga ada perbedaan saat bekerja dengan Lambert.

"Dalam beberapa hal, ini sangat mirip (dengan bagaimana Queen bekerja) yaitu kami membuat musik dan kami membuat orang senang," ungkapnya. "Di sisi lainnya, ini sangat berbeda. Kala itu kami meretas, kami menciptakan situasi baru untuk kami sendiri," jelas May. "Sementara saat ini, kami sudah tahu di mana tempat kami. Hal baiknya adalah kami masih terus kreatif dan mengembangkan banyak hal. Adam membawa pandangan dan hidup yang baru," sambungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *