Begini PTRR BATAN Terapkan Kampanye 3M buat Karyawan & Tamunya

  • Whatsapp

Pandemi virus corona (Covid 19) mendorong pemerintah tegas memberlakukan protokol kesehatan melalui kampanye #ingatpesanibu untuk menghentikan rantai penyebarannya. Hal ini dilakukan melalui arahan Satgas Covid 19 yang saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak). Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan, agar masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid 19 banyak datang dari pergerakan manusia, sehingga pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Masyarakat kini tidak hanya wajib menjaga jarak sosial maupun fisik (social dan physical distancing), namun juga mengimplementasikan kebiasaan 3M dalam kehidupan sehari hari. Selain di lingkungan masyarakat, kawasan perkantoran termasuk Kementerian dan Lembaga (K/L) pun turut menerapkannya. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menjadi salah satu lembaga yang concern pula terhadap isu ini.

Read More

Seperti yang dilakukan Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN yang tidak hanya menerapkan kampanye 3M, namun juga assessment terhadap siapapun yang masuk ke kawasan itu, termasuk para tamu. Kasubag Persuratan, Kepegawaian, dan Dokumentasi Ilmiah PTRR BATAN, Arief Imam Nugroho mengatakan bahwa penerapan aturan mencuci tangan menggunakan sabun dan pengukuran suhu merupakan hal yang wajib dilakukan. Bukan hanya karena laboratorium itu harus steril, namun juga untuk mencegah penyebaran virus corona di kompleks teknologi nuklir tersebut.

"Yang pertama itu mencuci tangan dengan sabun, lalu yang kedua nanti diukur suhunya," ujar Arief. Selain itu, para tamu yang hendak memasuki kawasan tersebut diwajibkan pula mengisi formulir assessment. "Terus kalau tamu kita ini biasanya ngisi assessment, ada formnya di (bagian) pengamanan," jelas Arief.

Sehingga melalui serangkaian pertanyaan yang ada dalam formulir itu, bisa diketahui terkait riwayat perjalanan serta kontak yang dilakukan oleh para tamu dalam waktu dekat. "Jadi, dia seminggu terakhir merasakan sakit atau nggak, kunjungan ke keramaian atau nggak, atau ada tetangga yang positif (corona) nggak, nah di acc nanti sama orang (bagian) keselamatan," kata Arief. Setelah mengisi formulir dan dianggap aman, maka mereka pun diizinkan masuk.

Ia menyebut penerapan protokol kesehatan ini sudah sesuai dengan apa yang telah diatur pemerintah selama masa pandemi. "Nanti baru boleh masuk (ke kawasan ini), detail jadinya, sesuai protokol kesehatan Kemenkes (Kementerian Kesehatan) itu," papar Arief. Selanjutnya, pemakaian masker dan menjaga jarak fisik maupun sosial (physical dan social distancing) pun turut diterapkan.

"Kalau masker dan jaga jarak, dari jauh itu udah terlihat. bedanya, di sini lebih detail aja sih pertanyaan seputar riwayat perjalanan," pungkas Arief. Massivenya penyebaran virus corona yang terjadi sejak beberapa bulan lalu membuat pandemi ini tidak hanya berdampak pada melesunya perekonomian, namun juga banyak masyarakat yang harus kehilangan anggota keluarga. Catatan Redaksi

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *