Berikut Peristiwa Penting Lahirnya Pramuka Mengenal Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus di Indonesia

  • Whatsapp

14 Agustus bertepatan dengan Hari Pramuka yang diperingati di Indonesia setiap tahunnya. Pada momen kali ini, kita bisa meluangkan waktu sejenak untuk mengenal sejarah Hari Pramuka. Sekaligus peristiwa perisiwa penting berkaitan lahirnya Pramuka di Indonesia.

Di antaranya, peristiwa 9 Maret 1961, ada Pidato Presiden atau Mandataris MPRS di hadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan Indonesia di Istana Negara. Kemudian, peristiwa ini disebut sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka. Hingga pada 14 Agustus 1961 diselenggarakan pelantikan Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas), ada Kwartis Nasional (Kwarnas) danKetua Kwartir Nasional Harian (Kwarnari) di Istana Negara dengan diikuti devile pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat.

Read More

Hingga, peristiwa itu ditandai sebagai Hari Pramuka. Sebelumnya, didahului penganugerahan Panji Panji Gerakan Pramuka. Lantas, bagaimana sejarah Hari Pramuka dan peristiwa peristiwa pentingnya?

Dilansir , Scouting yang di kenal di Indonesia dengan istilah Kepramukaan, dikembangkan oleh Lord Baden Powell sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan. Baden Powell menerapkan scouting secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman keberhasilan Baden Powell sebelum dan sesudah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku yang berjudul “Scouting for Boy”.

Melalui buku “Scouting for Boy” itulah kepanduan berkembang termasuk di Indonesia. Pada kurun waktu tahun 1950 1960 organisasi kepanduan tumbuh, semakin banyak jumlah dan ragamnya. Bahkan, diantaranya merupakan organisasi kepanduan yang berafiliasi pada partai politik.

Tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar dan metode kepanduan. Keberadaan kepanduan seperti ini dinilai tidak efektif dan tidak dapat mengimbangi perkembangan jaman serta kurang bermanfaat dalam mendukung pembangunan Bangsa dan pembangunan generasi muda yang melestarikan persatuan dan kesatuan Bangsa. Memperhatikan keadaan yang demikian itu dan atas dorongan para tokoh kepanduan saat itu, serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960.

Presiden Soekarno selaku mandataris MPRS pada tanggal 9 maret 1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka. Beliau merasa berkewajiban melaksanakan amanat MPRS, untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan sebagai satu komponen bangsa yang potensial dalam pembangunan bangsa dan negara. Oleh karena itu beliau menyatakan pembubaran organisasi kepanduan di Indonesia.

Kemudian, meleburnya ke dalam suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal bernama GERAKAN PRAMUKA yang diberi tugas melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak anak dan pemuda Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang TUNAS KELAPA di bentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961. Meskipun Gearakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961, namun secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961.

Sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka. Dalam perkembangannya, Gerakan Pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan pentingnya oleh kaum muda.

Menyadari hal tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke 45 Tahun 2006, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pelaksanaan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang antara lain dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka telah menghasilkan terbitnya Undang Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang GERAKAN PRAMUKA. Dilansir , pada peristiwa 9 Maret 1961 yakni Pidato Presiden atau Mandataris MPRS di hadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan Indonesia di Istana Negara.

Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka. Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tentang Gerakan Pramuka. Keputusan itu berisi penetapan Gerakan Pramuka sebagai satu satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan. Pramuka dijadikan pedoman, petunjuk, dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya.

Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ketiga. Peristiwa ini kemudian disebut Hari Permulaan Tahun Kerja. Para wakil organisasi kepanduan di Indonesia mengeluarkan pernyataan di Istana Olahraga Senayan, untuk meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka.

Peristiwa ini disebut sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka Pada pelantikan Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas), Kwartis Nasional (Kwarnas), dan Ketua Kwartir Nasional Harian (Kwarnari) di Istana Negar dengan diikuti devile pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Sebelumnya didahului penganugerahan Panji Panji Gerakan Pramuka.

Peristiwa itu ditetapkan sebagai Hari Pramuka.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *