BMKG Peringatkan Hujan Intensitas Tinggi Oktober 2020 – Maret 2021 di Wilayah Indonesia

Sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan akan mendapatkan hujan kategori menengah hingga tinggi sampai sangat tinggi pada bulan Oktober Desember 2020. Hal ini disampaikan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam peringatan bulan pengurangan resiko bencana (PRB) 2020 yang diselenggarakan BNPB. "Kecuali sebagian wilayah Pantai Utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, sebagian besar Jawa Timur, Bali hingga NTT, Sulawesi Selatan bagian selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan dan Papua bagian selatan, mendapatkan hujan kategori pada bulan Oktober 2020" kata Kepala BMKG secara virtual, Minggu (11/10/2020).

Dwikorita mengatakan adapun sebagian besar wilayah Indonesia umumnya masih mendapatkan hujan dengan kategori menengah, tinggi hingga sangat tinggi sampe Maret 2021. Namun sebagian wilayah Pantai Timur Aceh dan Sumatera Utara pada bulan Februari dan Maret diprakirakan mendapat hujan kategori menengah hingga rendah. "Artinya hujan yang lebat ini bisa sampai Maret, jadi hujan hariannya bisa mengalami hujan ekstrim," lanjutnya.

"Ini yang harus kita waspadai," katanya. Dwikorita melanjutkan sifat hujan pada bulan Oktober November 2020 umumnya Atas Normal, kecuali di Kalimantan dan di sebagian Sumatera pada bulan November 2020. Sifat hujan bulan Desember 2020 Februari 2021 umumnya normal, kecuali di pesisir barat Sumatera, Kalimantan Timur dan Utara, Maluku dan Maluku Utara, dan di sebagian besar Papua.

Sedangkan sifat hujan di bulan Maret 2021 umumnya normal, kecuali di sebagian kecil pesisir barat Sumatera, di sebagian Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan Timur dan Utara, serta di sebagian besar Sulawesi dan Papua. "Mohon itu diwaspadai," lanjutnya. Kepala BMKG itu memperingatkan agar sejumlah daerah yang diprediksi kondisi hujannya diatas normal mewaspadai kemungkinan terjadi bencana.

Serta mewaspadai dampak La Nina meskipun tidak seragam di seluruh Indonesia. BMKG juga memberikan rekomendasi agar Pemda mengoptimalisasikan tata kelola air terintegrasi dari hulu hingga hilir. "Disiapkan kapasitas sungai dan kanal untuk debit air berlebih," ujarnya

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *