var id = "52cef0501065c04a0d320f231464118135f119e8"; ?php body_class(); ?>>

Cara Pemilihan Pemain Utama di Persebaya: Tak Ada Istilah Senior-Yunior, Kualitas yang Utama

Superskor

Pelatih , , menegaskan kembali kebijakan yang dia terapkan dalam pemilihan pemain. Dia memastikan memastikan bahwa ia akan mendahulukan kualitas dalam memilih pemain yang akan diturunkan. Tak ada lagi istilah pemain senior maupun junior, jika memiliki kualitas dan dirasa siap menatap pertandingan, maka akan diturunkan.

"Jadi saya tidak melihat senior dan junior, kalau kualitasnya cukup bagus pasti akan saya berikan kesempatan," terang . Diketahui, Dari total 29 pemain Persebaya musim ini, tujuh di antaranya merupakan pemain dengan usia maksimal 20 tahun. Supriadi, Ernando Ari, Rizky Ridho, Koko Ari Araya, Kemaludin, Zulfikar Ahmad, dan Rachmat Irianto.

Apalagi pemain pemain muda di Persebaya musim ini diakui pelatih asal Malang itu memiliki kualitas. Termasuk penampilan dua pemain mudanya, Rizky Ridho dan Koko Ari Araya saat Persebaya menang 3 1 dari Sabah FA, Sabtu (8/2/2020) kemarin di Surabaya, meski kedua pemain muda terebut bermain dari bangku cadangan. Aji Santoso menyampaikan keduanya mampu memberikan warna tersendiri di lini pertahanan Persebaya.

"Koko dan Rizky Ridho sangat luar biasa, main fight, agresif, pegang bolanya juga tenang," kata . "Pemain pemain muda inilah yang harus kami munculkan dan digabungkan dengan pemain pemain senior," kata . Aturan ketat diterapkan tim kepelatihan

Hal itu termasuk kewajiban bagi tiap pemain untuk mengikuti latihan Asisten Pelatih Persebaya Surabaya, Mustaqim menegaskan tak ada pemain istimewa dalam tubuh Persebaya. Semua pemain wajib ikut latihan dan harus izin saat sakit.

Melansir Surya , pernyataan itu berkaitan dengan dua pemain baru dan yang absen latihan, Rabu (5/2/2020) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Padahal sebentar lagi mereka akan menjamu Sabah FA, untuk laga ujicoba internasional Sabtu (9/2/2020). Melansir Kompas.com dengan judul "Tak Ada Pemain Bintang di ", mantan asisten pelatih Persija Jakarta itu menceritakan bahwa kedua pemain absen mengikuti latihan bukan karena indispliner atau tidak disiplin.

Mereka sudah izin karena sakit dan ada keperluan pribadi. “Patrich Wanggai dia sedang sakit kemarin dia demam dan radang. Jadi hari ini (kemarin,red) dia izin tidak mengikuti latihan. Saya tekankan pada para pemain ketika di lapangan Anda harus 100 persen kalau sakit silahkan istirahat.

"Daripada nanti dipaksakan mengikuti latihan dan terlihat setengah setengah mengikuti latihan bisa membuat pemain lain iri,” katanya. “Sementara Angga kemarin izin ada kegiatan di kesatuannya, tidak ada pemain bintang di tim ini. Pemain harus izin jika ada keperluan tidak mengikuti latihan,” imbuh asisten pelatih yang pernah menjadi pemain Persebaya dan juara perserikatan 1988.

Absennya kedua pemain tersebut tidak menganggu persiapan jelang laga uji coba melawan Sabah FA pada Sabtu (8/2/2020) mendatang. Sistem rotasi yang diterapkan oleh pelatih persebaya, Aji Santoso, membuat tim berjuluk Bajul Ijo tidak bergantung pada satu dua pemain saja. Mustaqim menambahkan sejauh ini persiapan Rendi Irwan dkk sudah semakin siap menyambut laga uji coba melawan Sabah FA sekaligus persiapan mengahdapi turnamen Piala Gubernur Jatim 2020.

Menurutnya turnamen Piala Gubernur Jatim bagus dalam menunjang persiapan tim jelang bergulirnya Liga 1 2020 pada 29 Februari mendatang. Turnamen tersebut akan dijadikan ajang untuk mengukur kekuatan yang telah terprogram dalam serangkaian agenda pemusatan latihan dan beberapa uji coba yang disusun Aji Santoso. “Saya rasa setiap pelatih punya program dan ini bagus sekali untuk tim. Kita anggap ini sebgai uji coba berat sekaligus untuk mengevaluasi tim. Kita tidak bisa menolak, turnamen pramusim kalau terlalu dekat dengan liga juga tidak bagus,” ujarnya.

Asisten pelatih Mustaqim memuji kualitas adaptasi dua pemain asingnya yang baru bergabung, David da Silva dan Makan Konate. Dua pemain tersebut baru berlatih bersama rekan rekan lainnya di , dua hari lalu, Senin (3/2/2020). “Bertambah hari, dua hari saja latihan saya pikir mereka (David dan Konate) sudah sedikit cune, artinya mereka betul betul pemain punya kualitas,” terang Mustaqim usai memimpin latihan tim di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Rabu (5/2/2020).

Tak hanya adaptasi, tentang kualitas dua pemain tersebut, tambah Mustaqim, bisa dilihat dari sentuhan selama tiga hari terakhir berlatih dalam tim. “Pemain berkualitas bermain dengan siapapun mereka sudah tau, kapan mesti bola ditahan, bola diindungi, bola dipassing, bisa Anda lihat sendiri mereka bermain,” tambah pelatih asal Surabaya itu. Tiga hari terakhir, latihan dipimpin Mustaqim karena pelatih kepala, Aji Santoso, sedang berada di Jakarta memenuhi penggilan PSSI bersama pelatih lain yang berlisensi AFC Pro.

Paling terlihat, dijelaskan Mustaqim, hadirnya Makan Konate musim ini di . Dengan kualitas gelandang asal Mali itu, striker utama , David da Silva banyak menerima umpan umpan bola matang. “Ada sedikti perubahan, artinya cara bermain, dengan adanya Konate, mungkin David da Silva lebih banyak bola bola matang,” ucapnya. Menunjukkan chemistry apik tiga hari latihan, Mustaqim memberi sinyal menurunkan keduanya secara bersamaan pada laga ujicoba internasional menjamu Sabah FA, Sabtu (9/2/2020) di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

“Kemungkinan mereka (David dan Konate) diduetkan lawan Sabah FA sangat besar,” kata Mustaqim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *