var id = "52cef0501065c04a0d320f231464118135f119e8"; ?php body_class(); ?>>

Dovizioso Berharap Ulangi Capain Musim Lalu Jadwal MotoGP Austria 2020 – Ducati Diterpa Masalah

Sport

Berikut jadwal seri keempat MotoGP 2020 yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, pada Minggu (16/8/2020) malam WIB. Jelang MotoGP Austria 2020, Andrea Dovizioso berharap bisa ulangi kesuksesan musim lalu yang diraih Ducati. Meskipun hal tersebut bakal berjalan tak mudah, lantaran permasalahan Ducati dalam tiga seri pembuka MotoGP 2020.

Seperti yang dialami Dovizoso saat tak bisa memaksimalkan finis peringkat ketiga di seri pembuka musim di MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez. Ia terlempar dari persaingan podium di MotoGP Andalusia (yang juga bergulir di Jerez) dan MotoGP Ceko. Secara beruntun, rider berusia 34 tahun ini finis posisi keenam dan ke 11 dari dua balapan tersebut.

Alhasil, Dovizioso baru mengoleksi 31 poin, tertinggi dari para rider Ducati lain tetapi terpaut jauh dari Fabio Quartararo yang mengambil 59 poin dan berdiri di puncak klasemen sementara Kejuaraan Dunia. Balapan di Sirkuit Masaryk pada MotoGP Ceko mungkin yang paling mengecewakan sejauh ini. Karakter trek venue bersejarah di MotoGP yang lebar dan cepat itu seharusnya cocok dengan kekuatan motor Desmosedici milik Ducati.

Akan tetapi, Dovi dan rekan setimnya, Danilo Petrucci, menghabiskan hampir seluruh balapan di papan tengah, tanpa harapan untuk menyerang para rider di depan. Setelah balapan sulit tersebut, para rider Ducati kini akan mencoba peruntungan di MotoGP Austria pada akhir pekan ini. Secara historis, Red Bull Ring bersahabat dengan Ducati. Dovi keluar sebagai pemenang pada balapan musim lalu.

Ia mengungguli Marc Marquez untuk menyabet tempat pertama di podium. Rider asal Italia itu juga mencatatkan waktu race lap tercepat di sirkuit tersebut. Tak hanya itu, Dovi juga mengambil kemenangan terbanyak di sirkuit ini (2) dan top speed di lintasan (316,7 kilometer/jam). Dovi tampil di podium dalam keempat balapan di Red Bull Ring semenjak sirkuit ini menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia MotoGP pada 2016.

"MotoGP Ceko telah menunjukkan kepada semua betapa sulitnya untuk membuat prediksi tahun ini," tutur Dovi seeprti dikutip dari Motorsport Italia. "Semua balapan punya kisahnya sendiri, Ducati empat kali sukses di Red Bull Ring dalam empat tahun terakhir. Kini, prioritas kami adalah menemukan feeling kembali di Desmosedici." "Pada fase sulit seperti ini kami harus saling mendukung dan balapan berikut di Austria adalah kesempatan bagus. Kami harus tetap tenang dan bekerja seperti biasa."

Salah satu masalah terbesar bagi Dovi dan para rider Ducati musim ini, menurut Bikesportnews, adalah profil ban Michelin yang baru. Setelan motor Dovi, Petruci, dan Jack Miller di Pramac Ducati tak kompatibel dengan ban tersebut dan hal ini tak berhubungan dengan gaya membalap para rider. "Motor tahun ini tak terlalu berbeda, GP19 dan GP20 sangat mirip. Bukan itu masalahnya," tutur Dovi.

"Ban belakang mendorong ban depan. Tak hanya mendorong, mereka bekerja dengan caranya sendiri. Kami harus memecahkan ini dan hal tersebut tak mudah," tutur Dovizioso. "Saya pikir dengan perubahan sedikit di gaya membalap, saya bisa membuat situasi jauh lebih baik. Namun, tak seperti itu dan saya pikir kami perlu bantuan lebih." "Saya bukan tipe pebalap yang mencari cari alasan, tetapi Anda bisa cek data dan akan terlihat kalau ban depan saya selalu mengunci."

"Hal ini berarti saya berusaha mendorong motor mencapai batas dan saya kehilangan 1/10 detik saat mengerem, setiap kali pengereman. Kami harus jalan ke arah berbeda." "Sekarang situasi lagi tidak menentu dan ini alasan saya lamban." "Jika Anda balapan di mana roda belakang sangat buruk bagi semua, apabila Anda pelan dalam mengerem, di tengah tikungan, Anda akan finis ke 11."

Dovi juga menjelaskan bahwa strategi dan referensi yang sangat efektif bersama motornya dalam beberapa tahun terakhir menjadi tak dapat lagi digunakan musim ini. Padahal, gaya membalap dan setelan motor Dovi sukses membawanya sebagai satu satunya pesaing sah Marc Marquez selama beberapa musim terakhir. Ingat, rider yang masa depannya masih menggantung ini adalah runner up di Kejuaraan Dunia selama tiga musim terakhir.

Hal ini juga yang membuat para pebalap anyar seperti Pecco Bagnaia dan Johan Zarco punya peruntungan lebih baik dengan Ducati mereka dalam dua balapan terakhir. Zarco secara mengejutkan meraih pole position dan finis di podium dengan motor versi 2019 di Brno. Sementara, Bagnaia hampir finis runner up di MotoGP Andalusia sebelum motor GP20 nya mengalami kerusakan mekanik.

"Jika Anda lihat, Danilo, Jack, dan saya punya banyak pengalaman dengan motor ini dan kami kurang lebih mempunyai masalah sama," tuturnya. "Pecco dan Zarco punya pengalaman lebih sedikit dan saya pikir mereka mengambil arah berbeda karena tak punya pengalaman untuk mengikuti apa yang bekerja dengan baik bagi Ducati dalam tiga tahun terakhir."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *