var id = "52cef0501065c04a0d320f231464118135f119e8"; ?php body_class(); ?>>

Hujan Guyur Sejak Dini Hari Sebabkan Kali Ledug Meluap, Tangerang Kebanjiran

Metropolitan

Tangerang diguyur hujan lebat pada Minggu (22/3/2020) dini hari. Akibatnya wilayah tersebut pun kembali terendam banjir. Kawasan Periuk tenggelam hingga ketinggian lebih dari 60 cm. Daerah tersebut memang menjadi lokasi rawan banjir. Hal itu juga diungkapkan langsung oleh Sekdis PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzeni.

Ia menjelaskan banjir merendam kawasan Villa Regency, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. "Banjir di Jembatan Alamanda," ujar Taufik kepada Warta Kota, Minggu (22/3/2020). Menurutnya banjir ini terjadi dikarenakan intensitas hujan yang cukup tinggi. Sehingga mengakibatkan air di Kali Ledug meluap.

"Petugas sedang ke lokasi segera menangani ini," kata Taufik. Sebelumnya, kawasan Periuk, Kota Tangerang kembali terendam banjir pada Minggu (23/2/2020). Gunarto, warga sekitar, menjelaskan awal tahun ini merupakan banjir terparah.

Karena, air kerap kali menggenangi wilayah tersebut. Bahkan, ketinggiannya mencapai satu meter lebih. "Awal tahun ini saja sudah empat kali banjir."

"Ini banjir terparah dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Gunarto, Minggu (23/2/2020). Ratusan rumah warga di Perumahan Garden City, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang pun tenggelam. Banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi dan intens.

"Diperparah juga dengan adanya pembangunan tanggul Kali Ledug yang pengerjaannya belum rampung," ucapnya. Sehingga, air meluber ke permukiman penduduk. Gunarto berharap Pemerintah Kota Tangerang serius menanggulangi banjir di lokasi ini.

"Sebagian warga ada yang mengungsi ke posko." "Ada juga yang pindah ke tempat saudaranya." "Tapi masih ada juga warga yang bertahan di rumah lantai 2," kata Gunarto.

Anton, warga lainnya mengungkapkan, hujan deras mengguyur Periuk sedari Minggu (23/2/2020) dini hari. Pada pagi hari, wilayah tersebut sudah terendam banjir. "Pompa banjir yang disediakan Pemkot tidak bisa beroperasi karena kehabisan bahan bakar."

"Dan warga terpaksa patungan uang untuk membeli bahan bakar solar," jelas Anton. Tangerang Bikin Konsep Ini Agar Tak Kebanjiran KOTA Tangerang diguyur hujan seharian ini, Rabu (18/3/2020). Pemerintah Kota Tangerang pun membuat konsep agar wilayahnya tak kembali terendam banjir.

Sejumlah upaya pun dilakukan. Mulai dari program jangka pendek dan jangka panjang. "Alhamdulillah hujan seharian ini Kota Tangerang masih aman. Tidak ada banjir dan genangan," ujar Sekdis PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzeni kepada Warta Kota, Rabu (18/3/2020). Berbanding terbalik dengan sebelumnya, kota berjuluk Seribu Industri Sejuta Jasa itu kerap terendam banjir.

Meski pun diguyur hujan dengan intensitas sedang. "Kali Angke meluap, saat ini Ciledug masih aman," ucapnya. Taufik menjelaskan pada saat banjir Ciledug bulan lalu memang curah hujan sangat lebat waktu itu.

Cuaca yang ekstrem membuat wilayah Ciledug tenggelam. "Setelah banjir ada di mana mana, kami segera lakukan evaluasi. "Memang titik parah biasanya ada di Ciledug dan Periuk. Tapi sekarang sudah aman," kata Taufik.

Dirinya menerangkan mengenai konsep yang diterapkan hingga Kota Tangerang saat ini tak lagi kebanjiran. Banjir yang menjadi pekerjaan rumah Pemkot Tangerang perlahan lahan sudah bisa terselesaikan. "Program jangka pendeknya kami evaluasi soal pompa dan turap. Ini yang terus kami kejar agar keduanya beroperasi secara maksimal di lapangan," ungkapnya.

Sementara itu untuk program jangka panjangnya pihaknya akan berupaya mengurangi debit air di Kali. Seperti Kali Sabi yang kerap membuat wilayah Periuk dan sekitarnya terendam. "Kurangi debit agar langsung mengalir ke Sungai Cisadane. Kami juga melakukan upaya normalisasi sungai.

"Membuat tandon serta mengeruk sejumlah Situ sebagai serapan menampung air," papar Taufik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *