Indonesia & Inggris Berkolaborasi di Bidang Pendidikan & Riset Vaksin Covid-19

  • Whatsapp

Indonesia dan Imperial College London (ICL) menyepakati kolaborasi bidang pendidikan dan penelitian pengembangan vaksin Covid 19, berbasis platform vaksin RNA yang bersifat self amplifying (memperkuat diri). Penandatangan kesepakatan Letter of Intent (LoI) dilakukan Kementerian Kesehatan yang diwakili Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Slamet dengan Imperial College London (ICL) yang diwakili Professor Ian Walmsley dan VacEquity Global Health Ltd (VGH) yang diwakili Dr Simon Hepworth. Pendatangan kesepakatan tersebut disaksikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Tohir pada Rabu pekan lalu.

ICL merupakan satu dari sepuluh universitas teratas di dunia berdasarkan rangking internasional QS. Dekan Imperial Ian Walmsley menyambut baik kolaborasi ini. Profesor Maggie Dallman, yang mewakili ICL mengatakan, pihaknya bertekad untuk membagikan vaksin Covid 19 ke seluruh dunia.

Read More

"Profesor Shattock dan timnya di Imperial telah bekerja tanpa lelah selama enam bulan terakhir untuk mengembangkan kandidat vaksin yang sangat menjanjikan. Kami berharap dapat mengembangkan kolaborasi dengan Indonesia seiring dengan pengembangan vaksin lebih lanjut," ujar Dallman. Profesor Robin Shattock menambahkan, setelah Badan Pengawas Kesehatan untuk Covid 19 menyatakan vaksin ini terbukti aman dan efektif, maka pihaknya aman menciptakan vaksin baru untuk melawan pandemi virus corona dalam 8 minggu. "Sebuah langkah yang saat ini memakan waktu berbulan bulan hingga bertahun tahun. Langkah ini akan memudahkan sistem perawatan kesehatan dan pemerintah untuk merespon pandemi yang muncul secara cepat melindungi kehidupan dan menyelamatkan ekonomi," kata Profesor Robin Shattock.

Sementara itu dari pihak Indonesia, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Indonesia dan Imperial juga tengah mendiskusikan kemungkinan untuk melakukan uji klinis fase 3 dari vaksin RNA self amplifying di Indonesia. "Vaksin self amplifying RNA penting karena memungkinkan pengembangan unit manufaktur modular atau 'pop up' yang dapat memastikan akses cepat ke vaksin di mana pun di dunia," tegas Retno. Sejauh ini, Inggris sangat menyambut baik kerja sama yang erat antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Inggris Raya dalam bidang kesehatan, penelitian, dan inovasi dalam rangka penanganan Covid 19.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins menyatakan, bahwa tidak ada seorangpun yang aman dari Covid 19, oleh karena itu vaksin harus dapat diakses dan terjangkau untuk semua negara. “Saya senang melihat upaya Indonesia bekerja sama dengan para ilmuwan terkemuka dunia dari Imperial College London untuk menjadi tuan rumah uji klinis, ini adalah sebuah jasa yang tak ternilai harganya bagi seluruh dunia. Kerja sama ini dibangun di atas hubungan yang sudah kuat antara peneliti Indonesia dan Inggris, melalui program seperti Newton Fund. Bersama kita bisa dan saat ini sedang menciptakan sebuah kemajuan," kata Dubes yang fasih berbahasa Indonesia ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *