var id = "52cef0501065c04a0d320f231464118135f119e8"; ?php body_class(); ?>>

Jusuf Kalla soal Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19: Itu Akibat, Sumbernya Harus Diselesaikan

Corona

Situasi pandemi virus corona di Indonesia (Covid 19) dikhawatirkan menjadi masalah baru di sektor ekonomi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada para kepala daerah agar dalam penanganan virus corona di Indonesia ini memperhatikan dampak ekonomi yang ada. Presiden Jokowi sendiri sebelumnya telah mengelurakan sejumlah kebijakan untuk sebagai langkah stimulus ekonomi untuk menekan dampak dari pandemi Covid 19.

Pemerintah juga telah mengambil opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam mencegah penyebaran virus corona ini. Dengan opsi tersebut, Jokowi ingin kegiatan perekonomian di maysrakat masih terus berjalan, meski dalam situasi saat ini. Namun demikian, hal itu juga harus tetap menjaga jarak aman dengan physical distancing.

"Kita ingin tetap aktivitas ekonomi ada, tapi masyarakat kita semua harus jaga jarak aman, social distancing , physical distancing itu yang paling penting," kata Jokowi saat meninjau rumah sakit darurat di Pulau Galang, Rabu (1/4/2020). Meski demikian, banyak kalangan yang menganggap bahwa masalah ekonomi akan segera bisa dipulihkan ketika masa pandemi telah berakhir. Wakil Presiden Indonesia ke 10 dan ke 12 Jusuf Kalla (JK) menyatakan persoalan ekonomi di masa pandemi harus diatasi dengan mencari sumber masalahanya.

Menurut JK, sumber masalah ekonomi di masa pandemi ini adalah penyebaran virus corona itu sendiri. Sehingga menurutnya, penghentian laju penyebaran virus ini harus lebih diutamakan agar tak efek yang ditimbulkan tidak terlalu besar. "Ekonomi itu akibat daripada penyebaran (Covid 19) ini, jadi yang harus segera diprioritaskan ialah penyebaran itu sendiri agar akibatnya tidak besar," kata JK saat berbicara di Kompas TV, Rabu (1/4/2020) malam.

JK yang juga merupakan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini mengatakan, yang dibutuhkan dalam mengatasi pandemi ini adalah kecepatan. Menurutnya, pemerintah perlu lebih cepat lagi dalam hal ini, sehingga korban tidak bertambah banyak. "Kalau kita bisa lebih cepat maka kita bisa menyelamatkan 10 20 persen orang yang kena terinfeksi atau yang meninggal," ujar JK.

Ia juga tidak mempermasalahkan nama yang atau istilah yang akan digunakan untuk menghentikan pandemi ini. Sehingga Jusuf Kalla mengimbau masyarakat tidak memperdebatkan istilah yang digunakan pemerintah. "Yang harus dilakukan adalah tindakan yang cepat, apapun namanya jangan diperdebatkan. Yang penting kita tahu semua bahwa bencana ini menjalar dari orang ke orang," terang Jusuf Kalla.

JK berharap pemerintah dapat lebih mempercepat lagi upaya pencegahan pandemi ini. "Berapapun korbannya, kita harus berbuat maksimum dan cepat, sekali lagi saya katakan, ada sebab ada akibat, maka penyebabnya dulu yang kita selesaikan sehingga berkurang mudharat," terang JK. Jika tidak diselesaikan sumber masalahnya, maka menurutnya hal itu malah justru akan berdampak lebih besar lagi.

"Apapun kita bicara ekonomi kalau sebabnya tidak kita segera selesaiakan, mempercepat menanggulanginya, maka akibatnya akan besar juga dibelakang hari, sekarang atau masa yang akan datang," jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *