Kecelakaan Kerja Menimpa Karyawan, Apa yang Harus Dilakukan oleh Perusahaan?

Kecelakaan kerja yang menimpa karyawan merupakan salah satu hal yang tidak diinginkan oleh perusahaan dalam lingkungan kerja. Pasalnya, tidak hanya pekerja saja yang rugi saat terjadi kecelakaan, namun perusahaan juga turut rugi jika ada karyawannya yang mengalami kecelakaan ketika bekerja. Untuk itu, perusahaan wajib menyediakan peralatan dan perlengkapan keselamatan kerja guna melindungi karyawan mereka. Selain menyediakan perlengkapan keselamatan, perusahaan juga sebaiknya memberikan asuransi kecelakaan untuk karyawan agar bisa memproteksi karyawan jika terjadi sesuatu yang tidak.

Nah, jika ada karyawan yang mengalami kecelakaan, apa yang harus dilakukan perusahaan?

Yuk, simak di bawah ini!

1. Lapor kecelakaan kerja karyawan

Hal yang harus dilakukan pertama kali ketika karyawan mengalami kecelakaan kerja adalah perusahaan melapor pada dinas terkait. Ada beberapa tahapan laporan tergantung bagaimana kejadian dan dampak kecelakaan yang menimpa karyawan.

  • Tahap 1

Setiap perusahaan memiliki kewajiban untuk melaporkan setiap kecelakaan serta dampak akibat kecelakaan kerja yang nantinya bisa memengaruhi karyawan. Lalu, perusahaan juga harus melapor pada dinas terkait dalam lingkungan kerja tersebut. Laporan harus dibuat maksimal 2 x 24 jam sejak kecelakaan terjadi.

  • Tahap II

Jika kecelakaan kerja menberikan dampak cacat atau penyakit kepada karyawan yang terkena kecelakaan, maka perusahaan harus melaporkan hal ini tidak lebih dari 2 x 24 jam setelah karyawan dinyatakan memiliki penyakit, cacat, atau meninggal dunia. Pada laporan tahap II ini harus disertakan surat keterangan dari dokter yang menjelaskan:

  • Keadaan sementara yang membuat karyawan tidak mampu bekerja
  • Kondisi cacat yang menimpa karyawan, apakah itu cacat total tetap, cacat sebagian anatomis, atau cacat sebagian fungsi.
  • Surat meninggal dunia bagi karyawan yang dinyatakan meninggal dunia.

 

2. Mengajukan manfaat jaminan kerja

Perusahaan yang telah mendaftarkan karyawan dalam program jaminan kerja di awal kontrak kerja, maka dapat langsung mengajukan manfaat dari program jaminan kecelakaan kerja kepada dinas terkait. Ada beberapa dokumen yang dibutuhkan oleh perusahaan adalah :

  • Fokokopi KTP
  • Surat keterangan dokter
  • Kuitansi asli biaya angkut karyawan
  • Kwitansi biaya perawatan karyawan.
  • Dokumen lain jika diperlukan.

Tata cara tersebut merujuk pada Pasal 22 ayat (1) Permenaker Nomor 26 Tahun 2015, di mana menjelaskan bahwa perusahaan wajib menalangi terlebih dahulu biaya pengangkutan dan biaya perawatan karyawan yang mengalami kecelakaan kerja ke rumah sakit, termasuk biaya santunan sementara selama karyawan tidak mampu bekerja.

Semoga bagi para pelaku usaha dan karyawannya selalu diberikan perlindungan dari segala kecelakaan kerja yang bisa terjadi dikemudian hari. Bagi Anda para pemilik usaha, simpan artikel ini untuk mengantisipasi jika terjadi kecelakaan kerja pada karyawan Anda. Stay safe and stay productive!

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *