Kestabilan Asuransi Syariah di Tengah Goncangan Wabah COVID-19

Meski sempat terkendala akibat wabah COVID-19, sektor keuangan syariah dinilai mempunyai ketahanan lebih baik dibandingkan sektor konvensional. Dampak tersebut berpengaruh juga terhadap produk asuransi syariah sebagai salah satu layanan proteksi jiwa dan kesehatan yang semakin dicari masyarakat untuk menjamin kehidupan di tengah masa pandemi.

 

Perlindungan stabil selama masa pandemi

Kestabilan yang ditawarkan asuransi syariah tak pelak mengundang perhatian masyarakat untuk membeli atau beralih ke produk tersebut, terutama di tengah wabah COVID-19 yang melumpuhkan sektor perekonomian. Sesuai namanya, asuransi syariah menerapkan syariat Islam dalam tata cara pelaksanaan dengan konsep risiko yang dibagi antar nasabah asuransi.

Di mana, Anda sebagai nasabah diwajibkan membayar kontribusi untuk kemudian dikumpulkan ke dalam rekening bersama (Tabarru). Ketika klaim diajukan, maka pembayaran akan dilakukan lewat proses pemotongan Tabarru. Selain itu, dana yang dikumpulkan juga tetap menjadi milik nasabah alih-alih perusahaan yang mengelolanya. Perusahaan asuransi hanya berperan sebagai pemegang amanah untuk mengatur hingga menginvestasikan dana nasabah.

Dengan konsep sharing of risk, asuransi syariah akan memberikan berbagai benefit, seperti:

  • Proteksi terhadap nasabah sesuai kebutuhan. Seperti asuransi konvensional, asuransi syariah memberikan perlindungan kepada nasabah sesuai dengan prinsip syariah. Nasabah pun dapat menentukan sendiri besaran manfaat pertanggungan melalui pembayaran kontribusi secara berkala;
  • Pembebasan dari kontribusi dasar. Langkah ini dilakukan saat nasabah menghadapi ketidakmampuan total yang disebabkan kecelakaan maupun penyakit. Dengan begitu, nasabah dapat menikmati benefit meski kondisinya sedang tidak prima atau dalam masa pemulihan;
  • Perlindungan terhadap biaya kesehatan. Anda sebagai nasabah akan mendapatkan ganti rugi untuk biaya perawatan selama di rumah sakit akibat kecelakaan atau penyakit. Sebagian besar perusahaan asuransi pun sudah menyediakan layanan cashless yang memudahkan nasabahnya dalam melakukan pembayaran;
  • Menawarkan layanan double claim. Jika asuransi kesehatan hanya menyediakan opsi koordinasi manfaat, asuransi syariah memberikan pilihan double claim. Dengan sistem ini, perusahaan asuransi langsung membayar sesuai plafon tanpa memerhatikan jumlah sisa tagihan yang belum dibayar. Syaratnya pun hanya memakai kuitansi yang dilegalisasi.

Tentu saja, tidak sulit menemukan produk asuransi syariah karena setidaknya ada 63 perusahaan asuransi syariah yang beroperasi di Indonesia. Yuk, gunakan asuransi syariah untuk memproteksi diri Anda!

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *