var id = "52cef0501065c04a0d320f231464118135f119e8"; ?php body_class(); ?>>

Keterlibatan BIN & TNI AD dalam Pengembangan Obat Covid-19 Unair Bisa Diartikan Tindakan Melenceng

Corona

Pengamat keamanan nasional Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis (LESPERSSI) Beni Sukadis menilai keterlibatan Badan Intelijen Negara (BIN) dan TNI Angkatan Darat (AD) dalam pengembangan obat Covid 19 oleh Universitas Airlangga (Unair) tidaklah tepat. Beni mengatakan keterlibatan BIN dan TNI AD dapat diartikan tindakan melenceng, karena sudah tak sesuai dengan tugas utama kedua institusi tersebut. Beni merujuk kepada tupoksi TNI sesuai UU No. 3/2002 tentang Pertahanan Negara dan UU No. 34/2004. Bahwa dalam kedua UU tersebut tidak secara spesifik memberikan tugas pada TNI dalam hal pembuatan vaksin/obat.

Selain itu, kata dia, dikutip dari Pasal 7 UU TNI, terutama ayat 2 (b). Operasi militer selain Perang/OMSP disebutkan tugas pokok selain perang, antara lain: mengatasi separatis, mengatasi terorisme, membantu bencana alam, pengungsian dan bantuan kemanusiaan, dan lain lain. Menurutnya, arti dari ayat 2 diatas adalah selain tugas perbantuan bukanlah tugas utama TNI. Namun, Beni melihat itu bisa diartikan pula dapat dilakukan oleh TNI berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara atau presiden.

"Jadi selama tidak ada keputusan politik atau instruksi presiden, sebenarnya upaya BIN dan TNI dianggap sebagai inisiatif pimpinan mereka tanpa melalui mekanisme yang benar dalam tata kelola pemerintahan yang baik," jelasnya. "Dengan kata lain sudah melakukan tugas tanpa perintah politik yang jelas. Yang bisa diartikan tindakan melenceng, padahal tugas utama adalah pengamanan negara," tandas Beni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *