Kronologi Wanita Banyumas Pura-pura Jadi Perwira TNI untuk Gaet 6 Perempuan & Lakukan Penipuan

Regional

Wanita yang menjadi perwira TNI gadungan. Wanita ini mengaku TNI bernama Arif dan mencari 'mangsa' di WA. Begini aksinya!

Aksi wanita yang pura pura jadi perwira TNI untuk melakukan penipuan kepada 6 orang perempuan lain, berikut kronologinya! Aksi penipuan berkedok menjadi TNI atau polisi gadungan memang kerap marak terjadi. Namun, kali ini, pelaku penipuan tersebut adalah seorang wanita.

Dirinya menipu mangsa melalui aplikasi WhatsApp. Wanita dengan inisial LNS dan berusia 23 tahun ini berasal dari Banyumas, Jawa Tengah. LNS juga mencari korban korbannya sesama wanita di aplikasi tersebut.

Kapolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka mengatakan, kasus tersebut terungkap berawal dari laporan seorang perempuan yang menjadi korban berinisial ARP (25), warga Kabupaten Banyumas. "Modusnya, pelaku mengaku sebagai seorang perwira TNI berpangkat Letda dan menghubungi korban korbannya melalui aplikasi pesan WhatsApp," kata Whisnu, saat dihubungi, Sabtu (6/6/2020). Untuk melancarkan aksinya, tersangka memasang profil foto seorang perwira TNI pada akun WhatsApp dengan nama Arif.

Pengakuan tersangka foto tersebut diambil dari akum Instagram seseorang. "Pelaku mendekati korbannya dengan cara pendekatan selayaknya orang pacaran. Setelah korban sudah memiliki hubungan yang dekat sehingga korban percaya, kemudian pelaku meminjam uang dengan berbagai alasan," ujar Whisnu. Untuk menyakinkan korban, pelaku juga pernah menelepon korban dengan mengubah suaranya menjadi serak mirip suara laki laki.

"Berdasarkan pengakuan pelaku telah melakukan perbuatannya sejak bulan Juni tahun 2018. Total korban sebanyak enam orang, semuanya perempuan dengan kerugian sekitar Rp 35.600.000," ujar Whisnu. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 45A Ayat (1) juncto Pasal 28 Ayat (1) Undang Undang (UU) ITE atau Pasal 378 juncto Pasal 64 KUHP. Polisi juga telah mengamankan barang bukti antara lain, rekening BCA dan BRI milik tersangka, sebuah telepon seluler dan beberapa bukti pengambilan uang.

Lima pria yang berperan sebagai polisi gadungan berhasil diamankan oleh Polsek Pondok Aren Tangerang Selatan. Kelima orang tersebut diciduk setelah melakukan pemerasan terhadapseorang pemuda berinisial AH. Peristiwa itu terjadidi kawasanBintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Minggu (24/5/2020) dini hari.

Kelima orang yang ditangkap polisi adalahDonardi, Bryan, Azel, Joshia, dan Syarif. Mereka memeras korban dengan memasukan bubuk tawas yang seolah olah menyerupai narkoba jenis sabu. Berbagai atribut dan perlengkapan pun mereka siapkan sebelum melakukan aksinya.

Mobil pribadi mereka dimodifikasi sekian rupa agar bisa menyerupai kendaraan Polri. Bahkan, mereka juga menggunakan plat dinas dan plat preman. Informasi tersebut diungkapkan oleh Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Setiawan. "Mereka memodif sebagai kendaraan polisi. Mobil gunakan cat hitam dan menggunakan rotator kemudian menggunakan plat dinas dan juga plat preman," kata Kapolres saat jumpa pers di Polres Tangsel yang disiarkan langsung melalui akun @humaspolrestangsel, Rabu (27/5/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

Iman menegaskan, kelima pelaku tidak memiliki hubungan dengan kepolisian serta tidak memiliki keluarga yang beranggota Polri. "Tidak ada hubungan juga peralatan mereka dengan kepolisian." "Mereka mendapatakan peralatan Polri dari toko toko yang ada," ujar dia.

Kelima pelaku sempat melakukan perlawanan saat aksinya terbongkar. Mereka sempat mengancam dan menodongkan senjata jenis mirip pistol ke anggota buser Polsek Pondok Aren, Tangerang Selatan. Belakangan diketahui senjata itu jenis airsoft gun .

"Saat ingin dilakukan penangkapan salah satu mengatakan (urusan) mau panjang atau pendek serta menodongkan senjata yang dibawa ke arah Tim Resmob," kata Kapolres. Bahkan, kata Kapolres, salah satu dari lima pelaku sempat mengaku berpangkat AKP lulusan Akademi Kepolsian (Akpol) tahun 2009. "Pelaku mengaku polisi berpangkat AKP lulusan Akpol 2009 dari PAMINAL Mabes Polri," katanya. "Itu terjadi saat anggota ingin meminta kartu anggota para tersangka."

"Namun tersangka tidak dapat menunjukan identitasnya," tambah dia. Sebelumnya, Polsek Pondok Aren menangkap kelima pelaku setelah melakukanpemerasanterhadap AH. Kapolsek Pondok Aren Kompol Afroni Sugiarto menjelaskan, peristiwa pemerasan tersebut terjadi saat korban yang tengah nongkrong bersama teman temannya didatangi oleh para pelaku.

Mereka datang dengan mengendarai mobil berpelat nomor 1512 01. "Mereka pakai mobil jenis Kijang Innova dengan pakai pelat nomor dinas 1512 01 dengan lampu rotator," kata Afroni saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/5/2020). Korban merasa ketakutan dan langsung pergi dengan mengendarai sepeda motor.

Pelaku kemudian memepet korban dan menyuruh korban untuk berhenti sambil melepaskan tembakan sebanyak lima kali. Pelaku mengintimasi korban dengan berpura pura menanyakan kelengkapan dokumen kendaraan. Kemudian, korban dibawa masuk ke dalam mobil dengan alasan akan dibawa ke Polres Tangerang Selatan karena korban tidak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen kendaraan. "(Di dalam mobil) korban diintimidasi seperti 'kamu mau saya tembak atau kamu punya uang enggak', (korban) ditekan, (korban) ditodong," ungkap Afroni.

Jajaran Polsek Pondok Aren mencurigai mobil pelaku yang melintas di depan kantor Polsek Pondok Aren. Saat mobil para pelaku dihentikan, mereka mengaku sebagai anggota Paminal Mabes Polri. Polisi kemudian menggeledah mobil pelaku dan menemukan barang bukti berupa tiga senjata api jenis airsoft gun .

"Langsung diamankan karena tidak bisa menunjukkan kartu identitas (Polri), alasannya ketinggalan," tutur Afroni. Dari penangkapan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa mobil yang telah dimodifikasi dengan nomor polisi polri, tiga airsoft gun , ikat pinggang lambang polri, tiga HT, dan satu kaus warna coklat lambang Polda Metro Jaya. Adapun para pelaku dikenakan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman 9 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *