Kunci Bayern Munchen Juara Bundesliga, Peran Hansi Flick, Lewandowski hingga Dortmund

Superskor

Bayern Munchen telah resmi dinobatkan sebagai juara Bundesliga musim 2019/2020 setelah mengalahkan Werder Bremen 0 1 di Weserstadion, Rabu (17/6/2020) dini hari. Gol semata wayang Bayern Munchen dicetak oleh bintang mereka, Robert Lewandowski. Gelar ini kali kedelapan secara beruntun bagi Bayern Munchen, sekaligus gelar ke 30 dalam sejarah klub berdiri.

Hasil ini tak terlepas dari penampilan impresif anak asuh Hansi Flick di Bundesliga. Pelatih berusia 61 tahun tersebut mampu mengembalikan spirit tim dan pemain hingga membuahkan gelar pertama pada musim ini. Hansi Flick merupakan asisten Niko Kovac di awal musim. Namun pada November tahun lalu, Kovac didepak dari kursi kepelatihan hingga digantikan oleh Flick.

Bukan perkara mudah, Bayern Munchen sempat goyah setelah ditaklukkan Frankfurt dengan skor telah 5 1, Flick juga merasakan dua kekalahan dari tim papan atas Bundesliga , Leverkusen dan Monchengladbach secara beruntun. Namun, saat berjumpa dengan musuh bebuyutan, Borussia Dortmund, Munchen masih perkasa. Pertemuan pertama, anak asuh Lucien Favre dihajar empat gol tanpa balas.

Dua dari empat gol yang bersarang ke gawang Burki berasal dari calon top skorer Bundesliga musim ini, Robert Lewandowski. Perlahan kian pasti, Hansi Flick membangun skuat The Bavarian hingga tak terkalahkan di berbagai kompetisi. Terhitung sejak dikalahkan Monchengladbach Desember tahun lalu, Die Roten julukan Bayern Munchen hanya menerima satu hasil imbang, 18 laga lainnya berakhir dengan kemenangan.

Termasuk saat menghancurkan dua tim Kota London, Chelsea dan Tottenham di ajang Liga Champions, serta pertemuan kedua melawan Borussia Dortmund. Tak hanya itu, Hansi Flick mampu mengeluarkan performa terbaik para penggawangnya hingga bermain lebih agresif. Terbukti, hingga pekan 32 Bundesliga, Munchen telah mencetak 93 gol dengan hanya kebobolan 31 gol.

Torehan paling sedikit dibandingkan kontestan Bundesliga lainnya. "Kami melakukan perubahan aneh," kata Flick dikutip dari situs Bundesliga. "Bagi saya, yang penting tim ini proaktif. Kami harus bertahan dari depan dan mencoba untuk memenangkan bola kembali secepat mungkin. Ituah poin yang ingin kami atasi," lanjutnya.

Robert Lewandowski mengakui, sejak Hansi Flick merupakan sosok pelatih yang jenius. Ditunjuknya Flick sebagai pelatih utama Flick setelah ditinggal Nico Kovac juga tak terlepas dari pemain bernomor punggung 9 ini yang merekomendasikan Flick ke manajemen klub. "Flick adalah orang yang tepat," kata Lewandowski.

"Pengetahuan sepak bolanya taktis dan berada di tinggak tinggi. Begitu juga dengan Benjamin Pavard yang mengutarakan, bahwa Flick mampu berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan tim. "Kami memiliki pemahaman yang sangat baik dengan pelatih," ucap Pavard.

"Semua orang diyakinkan oleh visinya," lanjutnya. Menjadi pelatih kepala membuat Flick memiliki kekuasaan untuk mengotak atik skuat The Bavarians. Satu di antara pemain yang terlibat dalam kemenangan Jerman di Piala Dunia 2014 yakni Thomas Muller sempat terpinggirkan di era Niko Kovac.

Namun Flick beranggapan lain, dia menilai Muller adalah pemain yang cerdas, dan mampu memimpin tim di atas lapangan. "Thomas (Muller) penting bagi klub," katanya saat jumpa pers pertama setelah diresmikan sebagai pelatih kepala Bayern Munchen. "Dia memenangkan segalanya yang ada untuk menang di sini. Dia adalah sosok identitas penting bagi Bayern Munchen.

"Di lapangan, dia sangat cerdas, dia bisa membawa pemain bersamanya dan memimpin," ucap Flick. Benar saja, meskipun berusia kepala tiga, Thomas Muller masih menjadi pilar penting bagi klubnya. Torehan 20 assist dan 7 gol di Bundesliga menjadi bukti atas penampilannya.

Dia tercatat sebagai pemain pertama di Eropa yang mencatatkan 20 assist musim ini. Di saat Bundesliga menyisakkan dua pertandingan, Muller bisa melewati perolehan assist terbanyak di Bundesliga yang saat ini dipegang Kevin De Bruyne. Flick tidak hanya memanfaatkan kemampuan pemain senior Munchen yang masih produktif, dia juga jago membina pemain muda hingga menjadi kesatuan yang utuh dalam klub Die Roten.

Alphonso Davies, Serge Gnabry, dan Pavard adalah pemain muda yang bersinar di bawah asuhannya. "Dia adalah pelatih yang sangat dekat dengan para pemain, apakah mereka berada di starting XI atau di antara pemain pengganti," ungkap Pavard. Atas hasil ini, CEO Bayern Munchen Rummenigge puas dari apa yang dikerjakan Hansi Flick, "sangat puas."

Legenda Munchen, Oliver Khan juga berpendapat serupa, tidak hanya soal hasil, tetapi dia juga memahami filosofi klub. "Penting bagi Bayern Munchen bahwa seorang peatih memahami filosofi klub," ucap Khan. "Kami menuju ke arah yang lebih baik," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *