var id = "52cef0501065c04a0d320f231464118135f119e8"; ?php body_class(); ?>>

Pada Hotman Paris, Marshanda Tegaskan Cerai dan Ubah Penampilan Bukan karena Idap Bipolar Disorder

Seleb

Artis dan bintang sinetron Marshanda buka suara soal kondisi mental bipolar yang diidapnya. Meskipun cukup berat untuk dijalani, Marshanda mengaku kondisi tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan berbagai keputusan besar dalam hidup. Bahkan terhadap keputusannya untuk bercerai dan mengubah penampilan.

Awalnya, pengacara Hotman Paris Hutapea selaku pembawa acara menanyakan tentang hal hal yang dapat membuat kondisi Marshanda kambuh. "Sifat bipolar itu bisa terjadi hitungan jam atau hitungan menit, atau apa?" tanya Hotman Paris. "Misalnya kamu lagi di rumah suatu hari. Kapan saatnya kamu tiba tiba (kambuh)?" lanjut Hotman.

"Jadi bipolar itu bukan sesuatu yang kayak tiba tiba kita ngamuk tanpa alasan, bukan kayak gitu," jelas Marshanda. Artis yang akrab disapa Caca itu mengungkapkan segala gejala bipolar pasti ada penyebabnya. "Biasanya orang yang kena bipolar disorder itu ada yang bilang secara genetik sudah ada bekal bekalnya," terang Marshanda.

Selain itu, Marshanda menjelaskan trauma trauma masa kecil dapat menambah faktor munculnya bipolar. "Tapi karena dia pernah mengalami trauma, dia pernah di bully , dia pernah mengalami luka batin," katanya. "Misalnya waktu kecil pernah di abuse atau mengalami pola asuh yang ada traumanya atau apa pun itu," papar Marshanda.

Menurut dia, gejala gejala bipolar baru muncul di usia remaja, yakni 18 25 tahun. Hotman lalu meminta Marshanda menjelaskan apa yang akan terjadi saat sedang mengalami bipolar. "Pernah ngapain kamu kalau lagi parah?" tanya Hotman.

"Maksudnya pernah lempar orang atau lempar piring?" tambahnya. "Oh, enggak, aku enggak pernah sampai tahap destruktif," jawab Marshanda. Ia mengatakan saat sedang kambuh, dirinya hanya bisa menangis.

Nangis enggak ada angin enggak ada hujan gitu?" tanya Hotman. "Oh, bukan. Nangisnya ada penyebabnya cuma aku enggak mau cerita," jawab Marshanda sambil tersenyum. Chacha menjelaskan sebetulnya semua orang bisa memiliki gejala bipolar meskipun tidak mengidap kondisi itu.

"Cuma intensitasnya kalau untuk orang yang bipolar itu lebih berat," katanya. Ngerasanya tuh lebih heavy ," lanjut Chacha. Belum puas dengan penjelasan itu, Hotman kembali bertanya tentang hal hal ekstrem yang pernah dilakukan Marshanda.

"Bisa enggak kasih contoh perbuatan kamu yang benar benar sangat ekstrem sebagai akibat dari kumat?" tanya Hotman. Marshanda menjelaskan banyak keputusan hidupnya yang orang pikir terjadi akibat kondisi bipolarnya. "Jujur ya, kalau aku look back ke belakang, kejadian yang terjadi di hidup aku yang orang banyak kira, wah, itu karena dia bipolar," jelas Chacha.

Menurut dia, kalau keputusan itu diambil atas dasar spontan, pasti nantinya dia akan menyesal. Maka dari itu, Marshanda menjelaskan kalau dirinya sepenuhnya sadar terhadap keputusannya, bukan hanya karena mengidap bipolar saja. "Itu aku sendiri ngerasa kalau itu memang karena bipolar, pasti ada masa di mana aku menyesali karena kan kesannya impulsif," paparnya.

"Contohnya ketika aku bercerai, atau aku pernah memutuskan untuk membuka hijab," lanjut Marshanda. Ia justru berpendapat pengalaman tersebut adalah pembelajaran yang berharga dalam hidup. "Aku sampai hari menganggap itu adalah proses dari perjalanan hidup aku yang banyak pembelajaran aku ambil dari situ," cerita Marshanda.

"Dan itu bukan sesuatu yang impulsif," tegasnya. Hotman menanyakan kembali kondisi bipolar itu yang mungkin dapat berpengaruh pada keseharian Marshanda. "Bukan karena bipolar?" tanya Hotman.

Marshanda menegaskan apabila keputusan itu diambil saat sedang mengalami kondisi bipolar, pasti dirinya akan mempertanyakan keputusan tersebut. "Bukan karena bipolar. Karena aku enggak pernah menemukan diri aku yang merasa, wah gue ngapain ya?" kata Chacha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *