Pangeran Charles Positif Virus Corona setelah Jalani Tes dan Kini Isolasi Diri, Camilla Negatif

Internasional

Pewaris tahta Inggris, Pangeran Charles (71) dinyatakan positif terjangkit Virus Corona (Covid 19) setelah menjalani tes. Meskipun dinyatakan positif, Pangeran Charles disebut dalam kondisi baik dan hanya menunjukkan gejala ringan. "Pangeran Charles dari Wales telah dinyatakan positif terjangkit Virus Corona," demikian Juru Bicara Clarence House mengumumkan.

"Ia menunjukkan gejala ringan, tetapi selain itu Pangeran Charles sehat dan sudah bekerja dari rumah selama beberapa hari belakangan, seperti biasanya," lanjutnya. Sementara itu, istri Pangeran Charles, Camilla dinyatakan negatif dari Virus Corona. "Duchess Cornwall juga telah dites tetapi tidak didapati virus pada beliau."

"Sesuai dengan imbauan pemerintah dan anjuran tenaga kesehatan, Pangeran Charles dan Camilla sekarang mengisolasi diri di rumah mereka di Skotlandia. Tes tersebut dilakukan oleh Layanan Kesehatan Nasional ( National Health Service atau NHS) di Aberdeenshire yang telah ditunjuk karena memiliki fasilitas yang sesuai. Belum dapat dipastikan dari mana Pangeran Charles tertular, mengingat banyaknya acara yang dihadiri sesuai tugasnya dalam beberapa minggu terakhir

Sementara ini pasangan kerajaan tersebut melakukan karantina pribadi di Birkhall, Skotlandia. Dalam isolasi diri, hanya beberapa karyawan yang diizinkan berada di sekitar Pangeran Charles dan Camilla. Sebelumnya Pangeran Charles melakukan tes Virus Corona pada Minggu (23/3/2020) waktu setempat.

Kegiatan terakhir yang dihadiri Pangeran Charles adalah pada Kamis (12/3/2020). Meskipun begitu, ia menghadiri sejumlah rapat pribadi dengan para pejabat Inggris. Selain itu, Pangeran Charles sempat bertemu dengan Pangeran Albert dari Monako pada awal Maret 2020, seperti dikutip dari surat kabar Inggris The Sun .

Pangeran Albert diketahui juga dinyatakan positif terjangkit Virus Corona. Pangeran dari Monako yang berusia 62 tahun tersebut dinyatakan positif enam hari setelah menemui Pangeran Charles. Pemerintah Inggris mengeluarkan kebijakan baru bahwa mereka akan membayar 80 persen upah bagi mereka yang tidak bekerja karena Covid 19.

Dikutip dari The Guardian pada Minggu (22/3/2020), Kanselir Rishi Sunak mengatakan, negara akan membayar hingga 80 persen gaji pekerja dengan ketentuan besaran gaji maksimal hingga 2.500 pound (Rp 47 juta) per bulan. Uang itu akan diberikan pada para pekerja jika perusahaan menahan gaji mereka. Kanselir Rishi Sunak menjelaskan, langkah itu dilakukan ketimbang nantinya perusahaan memecat para pekerjanya hingga membuat ekonomi hancur.

Selain itu, ia jugamengatakan bahwa rencana ini merupakan satu di antara cara yang paling komprehensif di dunia dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Inggris. Sementara itu, para ekonom Inggris menyebut rencana tersebut diperkirakan akan menelan biaya tambahan hingga 78 miliar poundsterling atau sekitar Rp 1,4 kuadriliun lebih. “Kami memulai upaya nasional yang besar untuk melindungi pekerjaan," ungkap Sunak saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson pada Jumat (20/3/2020).

"Kami ingin melihat ke belakang pada saat ini dan mengingat bagaimana dalam menghadapi momen yang menentukan generasi, kami melakukan upaya nasional bersama dan kami berdiri bersama. Itu ada di kita semua," ujar Sunak. Lantas, Sunak juga meminta warganya untuk saling tolong menolong dan mengatasi wabah ini bersama. “Sekarang, lebih dari kapan pun dalam sejarah kita, kita akan diadili oleh kemampuan kita untuk berbelas kasih."

"Kemampuan kita untuk melalui ini tidak hanya tergantung pada apa yang dilakukan pemerintah atau bisnis tetapi tindakan kebaikan individu yang kita tunjukkan satu sama lain," lanjut dia. Sunak menjelaskan bahwa pembayaran terhitung mulai awal Maret 2020. Rencananya, itu akan dilakukan dalam tiga bulan dan bisa diperpanjang jika memang perlu.

Tak berhenti di sana, Pemerintah Inggris rencananya juga akan menunda penagihan pajak pertambahan nilai (PPN) sampai satu kuartal ke depan. Hal itu senilai dengan suntikan dana 30 miliar poundsterling atau sekitar Rp 551 triliun lebih ke dalam dunia usaha. Hal itu dilakukan pemerintah membantu perusahaan agar tetap bertahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *