var id = "52cef0501065c04a0d320f231464118135f119e8"; ?php body_class(); ?>>

Pelanggar Protokol Kesehatan di Kabupaten Tegal Didenda dari Rp 10 Ribu

Regional

–Mencegah penularan Covid 19, Satuan Tugas (Satgas) Covid 19 Kabupaten Tegal bakal kenai sanksi denda yang bervariasi, yakni Rp 10.000 bagi pelanggar individu dan Rp 50.000 bagi penyelenggara acara atau pemilik badan usaha. Pemilik usaha yang masih membandel akan terkena penghentian sementara kegiatan operasional usahanya. Tak menutup kemungkinan pencabutan izin jika dinilai sudah keterlaluan.

Demikian pernyataan Bupati Tegal Umi Azizah, selaku Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Tegaldalam konferensi Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 Kabupaten Tegal di Trasa Co Working Space Slawi, Rabu (9/9/2020). Umi mengatakan, pengenaan sanksi denda tersebut merupakan tindak lanjut Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19. Ketentuan pelaksanannya akan diatur lewat perubahan Peraturan Bupati Tegal (Perbup) Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penularan Covid 19 Kabupaten Tegal.

“Perubahan Perbup Nomor 35 Tahun 2020 merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020. Harapannya dengan ini masyarakat menjadi semakin patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan saat ke luar rumah,” tutur Umi. Umi juga menyampaikan, akan ada waktu sosialisasi sebelum Perbup yang mengatur tentang denda tersebut diterapkan efektif di masyarakat. “Saya berharap, sosialisasi ini bisa dilakukan secara masif, serentak dan bersama sama dengan dibantu unsur TNI Polri serta elemen masyarakat, sehingga masyarakat yang tinggal di pelosok desa pun tahu Perbup ini,” imbuh Umi.

Pihaknya menyadari meningkatnya kasus Covid 19 di Kabupaten Tegal lebih disebabkan ketidakdisiplinan warga memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan hingga mengarantina diri seusai pulang dari luar kota. Dari 107 kasus konfirmasi, 85 persennya merupakan kasus impor berawal dari mereka yang baru pulang dari Jakarta dan sekitarnya serta wilayah episentrum Covid 19 lain seperti Surabaya dan Semarang. Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau kepada warganya agar lebih berhati hati dan tetap waspada.

“Patuhi protokol kesehatan untuk melindungi diri sendiri, utamanya orang lain dan terapkan pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya. Hadir dakam konferensi pers ini Kapolres Tegal AKBP M. Iqbal Simatupang, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal, Mulyadi, dan Kasdim 0712/Tegal, Akhmad Aziz. Iqbal menuturkan, jajaran kepolisian siap mengawal dan melaksanakan Perbup Nomor 35 Tahun 2020 yang sejalan dengan Inpres Nomor 6 Tahun 2020.

Dia berharap masyarakat tidak bosan dalam menerapkan protokol kesehatan supaya kasus terkonfirmasi di Kabupaten Tegal tidak terus meningkat. Aziz menuturkan pihaknya siap mengawal dan melaksanakan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan disiplin warga dan penegakan sanksi hukumnya oleh aparat terkait. “Pada dasarnya, giat operasi gabungan dari unsur Pemkab, TNI, dan Polri sudah rutin kami lakukan. Tujuannya adalah mengajak masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. Kondisi di lapangan kita lihat memang mulai jenuh. Semoga dengan adanya Inpres dan Perbup nanti bisa cepat menyadarkan masyarakat, sehingga penularan Covid 19 bisa diminimalkan,” jelasnya.

Mulyadi mengungkapkan, Inpres tersebut merupakan dasar hukum pembuatan regulasi di tingkat daerah untuk menegakkan hukuman disiplin bagi pelanggar protokol kesehatan. Menurutnya, dengan dasar tersebut, aparat sudah bisa langsung menindak mereka yang melanggar saat digelar operasi di lapangan. “Dari sisi payung hukum sudah jelas. Mudah mudahan, adanya penekanan sanksi hukuman ini masyarakat semakin sadar tentang pentingnya protokol kesehatan. Sejatinya yang kita butuhkan adalah kesadaran dan kepatuhan diri masing masing individu warga,” tandas Mulyadi. (dta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *