var id = "52cef0501065c04a0d320f231464118135f119e8"; ?php body_class(); ?>>

Protokol Kesehatan 3M di Rumah Tak Efektif Jika Tes & Pelacakan Covid-19 Masih Minim Epidemiolog

Corona

Klaster keluarga menjadi klaster penularan covid 19 yang tinggi di Indonesia. Tercatat, 1.100 klaster keluarga dari laporan Satgas Covid 19. Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, menyatakan, terjadinya klaster keluarga merupakan fenomena yang umum yang terjadi di dalam pandemi Covid 19 ini, lantaran banyak penderita Covid 19 yang tidak menunjukan gejala atau gejalanya ringan. Terlebih, cakupan untuk mendeteksi dini penularan seperti pengetesan dan pelacakan masih minim.

Ia melanjutkan, upaya 3M memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan akan efektif bila berada di lokasi dengan pondasi strategi testing dan tracing yang memadai. "Karena yang utama mendeteksi dini, memastikan orang orang yang bawa virus terdeteksi," jelasnya. Apalagi menurutnya, mayoritas masyarakat masih abai untuk melakukan protokol kesehatan.

"Tentu masih ada keterbatasannya manusia. Pakai masker itu belum tentu benar benar 100 persen bebas covid 19, kecuali masker N 95, tapi kan hal itu tidak bisa dilakukan semua masyarakat," ujarnya. Untuk itu, selain memperbanyak testing dan pelacakan Covid 19, diharapkan pemerintah harus terus menerus memberi pemahaman kepada masyarakt terkait penularan virus corona ini. Dicky melanjutkan, tak hanya di Indonesia, penularan Covid 19 melalui klaster keluarga juga terjadi tingkat global dengan penyumbang pasien positif bervariasi.

"Kluster keluarga bervariasi kontribusinya di tiap negara, mulai 40% hingga 85%. di China sempat sampai 85%," tutur Dicky.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *