var id = "52cef0501065c04a0d320f231464118135f119e8"; ?php body_class(); ?>>

RSPI Pulangkan Dua Pasien yang Dinyatakan Negatif Terjangkit Virus Corona

Nasional

Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Mohammad Syahril mengatakan, pihaknya baru memulangkan dua pasien yang sebelumnya diduga terjangkit virus corona. Dari hasil pemeriksaan, kedua orang tersebut telah dinyatakan negatif terkena Covid 19. Hal itu ditegaskanya ketika ditanya apakah ada pasien lain yang tengah diperiksa RSPI terkait virus Corona. "Cuman ada dua pasien yang lain ya, tapi udah negatif ini," kata Syahril di RSIP Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/3/2020).

Ia menuturkan, kedua pasien itu dibebaskan setelah dilakukan diisolasi untuk dilakukan pemeriksaan. Total, mereka telah menjalani dua kali pemeriksaan. "Sudah negatif, kan dua kali pemeriksaan," jelas dia. Di sisi lain, ia enggan membeberkan identitas pasien yang telah dinyatakan negatif virus Corona tersebut. Namun, pasien itu diketahui sempat mengalami gejala sakit mirip orang yang terkena virus Corona.

Yang bersangkutan, kata dia, juga pernah pergi ke daerah atau negara Pandemik virus corona. Dia memastikan kedua pasien itu tidak terkait dengan dua pasien yang telah positif terjangkit virus Corona. "Bukan yang orang Depok. Mereka WNI," pungkasnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono melakukan pemantauan terhadap 73 tenaga medis yang dikhawatirkan terpapar virus Corona.

73 tenaga medis tersebut merupakan karyawan dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat. Adapun sebanyak 73 tenaga medis tersebut telah berinteraksi kepada pasien positif virus Corona yang ada di Depok, Jawa Barat. Diketahui, sebelumnya pasien positif Corona pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat.

Saat itu, pihak rumah sakit belum mengentahui bahwa pasiennya ternyata terpapar positif virus Corona. Awalnya pihak rumah sakit hanya mendiagnosis pasien tersebut menderita bronkitis. Hardiono mengatakan pemerintah kota Depok akan intensif memantau setiap perkembangan dari pada 73 tenaga medis itu.

"Dilakukan terus menerus, monitor terus. Rumah Sakit Mitra total mendata sekitar 73 orang, 40 orang dengan gejala pilek, batuk, dan demam, sementara tanpa gejala itu ada 33 orang," kata Hardiono kepada wartawan, Senin (2/3/2020), dilansir . Saat ini ke 73 orang tersebut sedang dalam masa observasi oleh tim kesehatan dari pemerintah kota Depok. Lebih lanjut, apabila ditemukan kondisi yang tidak wajar, maka mereka akan dirawat dalam ruang isolasi untuk segera ditangani.

Bahkan, dimungkinkan mereka akan dirujuk ke RS Sulianti Saroso, tempat di mana dua WNI terjangkit virus Corona juga dirawat. Tak hanya itu, Hardiono menyampaikan pemerintah kota Depok akan melakukan penelusuran terhadap pasien pasien yang hadir di RS Mitra tempo hari hingga sekarang. Sebelumnya, hal yang sama disampaikan oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris yang mengonfirmasi bahwa benar terdapat 71 tenaga medis yang melakukan kontak dengan pasien virus Corona.

Jumlah yang dipaparkan Sekda Hardiono itu pun bertambah dua orang dari informasi yang disampaikan Idris. Berdasarkan keterangan dari Idris, para tenaga medis tersebut akhirnya diliburkan atau dirumahkan untuk sementara waktu oleh pihak rumah sakit. Idris mengatakan telah mendapat informasi langsung dari Direktur Rumah Sakit Mitra Keluarga kota Depok.

"Informasinya ada 71 tenaga medis yang sempat berinteraksi dengan si pasien," jelas Idris, dilansir . Sikap yang diambil oleh pihak rumah sakit ini bertujuan untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Selanjutnya, para tenaga medis tersebut juga akan dilakukan pendataan dan penelusuran rumah untuk dilakukan pemantuan.

Pemantauan itu akan dilakukan oleh pihak aparat setempat. Idris juga mengatakan, dirinya sudah menyampaikan edaran yang berisikan himbauan terkait pencegahan virus Corona sejak bulan Januari lalu. Namun, pada saat itu memang belum ada kejadian warga positif terjangkit virus Corona di kota Depok.

Oleh karenanya, kini Idris akan melakukan revisi dan evaluasi terkait sosialisasi dari edaran tersebut. "Ketika kita revisi kita akan lakukan pendalaman dan pengetatan terhadap sosialisasi," ujar Idris. Tak hanya itu, ia juga akan instruksikan kepada pihak aparat setempat, kelurhanan, kecamatan, Puskesmas untuk mendata dan melihat kondisi mereka.

Sebelumnya, Idris menyampaikan sejak isu virus Corona muncul ia telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan daerah dan provinsi, serta Puskesmas agar selalu waspada juga berkomunikasi kepada pihak Kementerian Kesehatan pusat. Tak hanya itu, ia juga mengatakan telah menandatangi antisipasi pencegahan virus Corona di daerahnya, Jawa Barat. "Sejak awal Februari saya juga sudah tanda tangani edaran terkait dengan masalah antisipasi pencegahan apa apa yang harus dilakukan masyarakat," ungkap Idris

Kini, pihaknya pun mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya kota Depok agar selalu menjaga kesehatan dengan tidur dan istirahat yang cukup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *