Sekolah Sebagai Alternatif Tempat Penanganan Covid Harus Mengikuti Standar Protokol Kesehatan

Corona

– Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan, Retno Listyarti, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempersiapkan sekolah yang akan dipergunakan penanganan Covid 19 mengikuti protokol kesehatan yang direkomendasi WHO, badan kesehatan dunia. “KPAI mengingatkan dan mendorong Pemprov menyiapkan hal penting jika sekolah digunakan sebagai ruang isolasi ODP (Orang Dalam Pemantauan, red)” kata Retno, dalam keterangannya, Rabu (22/4/2020). Salah satu hal penting harus diperhatikan yaitu ketersediaan toilet dan kamar mandi yang memadai serta menambah jumlah wastafel di setiap ruang kelas yang akan menjadi kamar isolasi.

Selama ini, kata dia, dari pengawasan KPAI Ke sekolah, untuk jenjang SD masih banyak sekolah negeri yang toiletnya kurang layak dan wastafel yang jumlahnya terbatas dan terkadang berada dalam keadaan rusak. Sehingga, dia menilai perlu perbaikan toilet dan penambahan wastafel di depan ruang ruang kelas yang akan difungsikan menjadi kamar dengan anggaran Pemprov akan sangat membantu sekolah. “Artinya sekolah yang ditunjuk menjadi diuntungkan juga karena mendapat fasilitas tambahan yang dapat dipergunakan kelak oleh warga sekolah kelak ketika wabah covid 19 sudah berlalu dan dapat diatasi,” ujarnya.

Selain itu, KPAI mengingatkansecara rutin sekolah yang digunakan untuk ruang isolasi wajib di steril dengan disinfektan sesuai protap kesehatan. Tentu hal ini juga untuk melindungi anak anak sekolah tersebut jika sekolah kembali aktif nantinya. “Mungkin penting juga pihak sekolah diajak bicara terkait pembiayaan rutin yang mungkin menjadi beban karena bisa saja melonjak tagihan sekolah, misalnya listrik dan air. Apakah perlu ada subsidi Pemprov atau malah akan lebih baik jika dibayarkan Pemprov tagihannya,” tambahnya. Untuk diketahui, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menerbitkan surat edaran Nomor 4434/ 1.772.1 perihal daftarsekolahyang dipersiapkan sebagai tempat isolasi pasien kasus Covid 19 dan akomodasi tenaga medis.

Jumlahnya mencapai 140sekolah, tersebar di enam wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta. Adapun hal ini sebagai tindaklanjut Instruksi Sekretaris Daerah DKI Jakarta Nomor 29 Tauun 2020 tentang Penyediaan Akomodasi dan Fasilitas Pendukung bagi Tenaga Kesehatan yang menangani Covid 19. Dijelaskan Nahdiana,sekolah sekolah itu diusulkan oleh para lurah dan camat. Tapi tidak semuanya akan digunakan. Hanyasekolahyang lulus uji kelayakan dan sesuai protokol kesehatan bakal difungsikan.

"Sekolahtersebut diusulkan oleh para lurah dan camat, dan akan di tinjau kelayakan sesuai protokol kesehatan oleh tim," kata Nahdiana saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2020). "Ini baru laporan usulan karena kami bertugas mendata yang mungkin dapat digunakan membantu penanganan Covid 19," ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *