var id = "52cef0501065c04a0d320f231464118135f119e8"; ?php body_class(); ?>>

Suaminya Nonton melalui Video Call Pembantu Cabuli Bayi 8 Bulan Pakai Botol Parfum

Nasional

Seorang wanita berusia 19 tahun tega mencabuli bayi perempuan yang masih berusia 8 bulan. Wanita ini mencabuli bayi perempuan menggunakan botol parfum. Tak sampai disitu saja, saat mencabuli bayi 8 bulan ini ia juga memperlihatkan pada suaminya lewat video call.

Aksi bejat dilakukan wanita, VV (19). VV merupakan pembantu dan tidak ada hubungan keluarga dengan korban. VV berasal Padang, ia dibantu ibu korban untuk bekerja di rumahnya.

Aksi VV diketahui ibu kandung bayi 8 bulan sepulang dari sawahnya di Pilubang, Kecamatan Sungai Limai, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Awalnya ibu bayi 8 bulan itu merasa curiga dengan gerak gerik VV di dalam kamar. Ibu bayi 8 bulan itu akhirnya mendesak VV untuk mengakui perbuatannya.

Jelas saja sang ibu tak terima setelah mendengar cerita VV. Ia lantas melaporkan VV ke Polisi. Deny Rendra Laksamana mencerita kejadian itu terjadi pada 5 Agustus 2020.

Atas desakan ibu, kata Deny, VV mengakui telah mencabuli bayi 8 bulan menggunakan botol parfum. VV juga mengakui ia mempertontonkan aksinya ke suami lewat video call. Suami VV sendiri merupakan pedagang es di Sumatera Utara.

Dari pengakuan VV, ia sering kali diancam dibunuh jika tak menuruti keinginannya. Pun begitu saat mencabuli 8 bulan menggunakan boto parfum. "Pengakuan pelaku dia dipaksa suaminya untuk melakukan pencabulan dan kalau tidak mau diancam dibunuh," kata Kapolres Kota Pariaman AKBP Deny Rendra Laksmana.

Deny menyebutkan pelaku melakukan aksi pencabulan untuk dipertontonkan ke suaminya. Hal itu sudah sering dilakukannya. Pihaknya, kata Deny saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap suami pelaku yang diduga berada di Sumatera Utara.

"Suaminya penjual es di Sumatera Utara. Pelaku berasal dari Padang dan bekas residivis kasus narkoba," jelas Deny. "Pengakuan pelaku dia dipaksa suaminya untuk melakukan pencabulan dan kalau tidak mau diancam dibunuh," ujarnya. Sementara itu, dikutip dari Antara, Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Ardiansyah Rolindo Saputra mengatakan, VV pernah menjalani hukuman di Padang terkait kasus narkoba.

"Diketahui juga tersangka juga masih menggunakan narkoba," ujarnya. Kata Ardiansyah, pemikiran yang tidak sehat dari tersangka sehingga melakukan perbuatan bejat tersebut disebabkan karena menggunakan narkoba. Diduga dendam, pria ini nekat menghabisi nyawa bocah berusia 8 tahun.

Ia menyimpan dendam lantaran orangtua korban sering memarahi dirinya, bahan juga memukul. Aksi nekat itu dilakukan oleh pemuda berinisial MH (24), di Siak, Provinisi Riau. Bahkan sebelum membunuh korban, pelaku juga diketahui pernah mencabuli korban tanpa sepengetahuan orangtuanya.

"Tersangka mengaku sakit hati karena sering dimarahi dan dipukuli orangtua korban," kata Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya, dilansir dari Kompas.com. Doddy F Sanjaya menambahkan, perbuatan MH itu terungkap setelah korban, ALG, tak pulang ke rumah. Keluarga pun panik dan memutuskan untuk mencari korban ke beberapa tempat.

Akhirnya keluarga menemukan jasad korban di semak semak dekat kuburan di Kampung Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, pada Jumat (17/7/2020). Saat ditemukan, ada luka sayatan dan bekas penganiayaan di jasad korban. Pihak keluarga lalu melaporkan kasus itu ke polisi.

"Korban ini awalnya hilang dari rumah. Sehari setelah itu, korban ditemukan meninggal dunia diduga dibunuh," kata Doddy F Sanjaya. Setelah diburu selama dua pekan, polisi melacak jejak MH berada di Nias, Sumatera Utara. MH pun akhirnya tertangkap dan mengakui perbuatannya tersebut.

Polisi juga mengamankan sebilah pisau yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. "Tersangka MH ditangkap setelah dua pekan melarikan diri ke Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut) pada hari Minggu (26/7/2020)," kata Doddy di Polres Siak, Jumat (7/8/2020). Dari hasil pemeriksaan, sebelum membunuh korban, MH mengaku sudah mencabuli korban tiga kali.

Perbuatan itu jauh sebelum MH nekat menghabisi nyawa korban. Atas perbuatannya, polisi menjerat MH dengan Pasal 82 ayat 1 Undang Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang. Selain itu, Pasal 80 ayat 3 Jo Pasal 76 E Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 340 KUH Pidana.

"Ancaman hukuman 15 tahun penjara sampai hukuman mati," pungkas Doddy. Kasus Serupa Polisi menangkap I karena telah membunuh anak tirinya berinisial MH (5), bocah asal Pinrang, Sulawesi Selatan.

Kepada polisi, I mengaku tega membunuh MH karena cemburu melihat suaminya sangat sayang kepada korban. "Selain itu terduga pelaku juga dendam kepada suaminya, Angga alias Somp karena sering marah kepada terduga pelaku dengan mengatakan 'perempuan sial '," ujar Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Perwira saat dikonfirmasi, Jumat (1/5/2020). Kepada penyidik, I mengaku menculik dan membawa MH dari Pinrang ke Sidrap menggunakan sepeda motor milik suaminya.

Menggendong korban yang sedang tidur. Namun, di tengah perjalanan korban terbangun. Sesampainya di jembatan, korban turun dari motor dengan dituntun oleh pelaku.

Pelaku kemudian mendorong korban hingga jatuh ke sungai dan hanyut. Selanjutnya pelaku meninggalkan tempat tersebut dan pulang ke rumah. Pelaku telah diserahkan ke Polres Sidrap guna mengikuti proses hukum selanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, jenazah bocah tanpa kepala ditemukan di Saluran Induk Irigasi Galung Asera, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Sidrap, Sulawesi Selatan, Kamis (30/4/2020). Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui bahwa jenazah itu merupakan MH (5), siswa TK asal Pinrang yang dilaporkan menghilang sejak 20 April. Pihak kepolisian melakukan penyelidikan hingga dugaan pelaku mengarah ke ibu tiri korban berinisial I.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *