VIRAL Tarif Ojek Kalideres-Tanjung Duren Capai Rp 250 Ribu Per Orang, Penumpang Mengaku Dipaksa Naik

Regional

Sebuah video perdebatan antara penumpang dan ojek konvensional menyedot perhatian warganet. Dalam video tersebut, penumpang tampak menawar tarif ojek yang terbilang tak wajar itu. Menurut narasi yang dibagikan, tiga sopir ojek tersebut membawa tiga penumpang dari Kalideres menuju Tanjung Duren.

Sesampainya di lokasi tujuan, mereka meminta penumpang membayar Rp 250 ribu per orang. Tarif tersebut mereka tetapkan tanpa ada kesepakatan dengan penumpang sebelum melakukan perjalanan. Merasa tarif itu terlalu mahal, penumpang pun mencoba menawarnya.

Para sopir tampak enggan menerima tawaran tersebut dan meminta penumpang berhenti merekamnya dalam video. Bahkan seorang sopir terlihat emosi hingga turun dari motor dan mendekati penumpang. Sopir yang lainnya pun menuntut untukdihargai.

"Situ menghargai saya, saya punya hak dong, saya kerja," kata seorang sopir berjaket biru dan berhelm putih. "Dimatiin, Mas. Nggak usah pakai gitu gituan (video)," ujar sopir yang lain. "Kalau nggak salah nggak usah takut, Pak," jawab penumpang.

Perdebatan itupun terus berlanjut dan terekam dalam video yang berdurasi 4 menit 17 detik. Di akhir video, penumpang menjelaskan, akhirnya ia dan kedua temannya membayar Rp 150 ribu per orang. "Kalideres ke sini, satu orang Rp 150 ribu,tiga orang Rp 450 ribu. Awalnya diminta Rp 250 ribu (per orang), oke lah kita bayar nggak apa apa, biar tahu juga bos kita," ujar penumpang itu.

Meskipun telah menuruti tarif yang mereka minta, para sopir ojek itu masih terlihat emosi dan justru mengungkapkan kekesalannya pada penumpang. Penumpang dan ketiga temannya pun berusaha mengumpulkan uang senilai Rp 450 ribu. Mereka terlihat saling meminjamkan uang untuk dapat membayar ojek tersebut.

Dalam situasi seperti itu, seorang sopir berjaket hijau masih berusaha menagih uang pada penumpang lainnya. "Sudah nggak ada (uang), Pak. Nanti makan pakai apa, Pak?" ujar seorang penumpang. Sopir ojek itupun tetap memaksanya.

Akhirnya, perekam video menyuruh temannya untuk memberikan sisa uang yang ia miliki. "Kasih aja, nanti aku tukar," kata perekam video dalam bahasa Jawa. Video yang diunggah akun Facebook Idnep pada Kamis (20/2/2020) itupun kemudian viral di sejumlah media sosial.

Dalam unggahan ulang akun Facebook Timeline Netizen, video itu telah ditayangkan 4 juta kali, disukai lebih dari 9 ribu orang, dan dibagikan lebih dari 21 ribu kali. Dalam unggahan akun Facebook Idnep, ia menceritakan, kejadian ini bermula saatpenumpang dipaksa naik ketiga motor ojek konvesional itu. Saat itu, tiga orang penumpang ini baru saja turun dari bus rute Kediri Kalideres.

Sesampainya di Kalideres, mereka langsung ditarik oleh tiga sopir ojek konvesional tersebut. Mereka sudah berusaha menolak namun ketiga sopir itu memaksanya. Bahkan, ketiga sopir itu langsung menarik tas yang mereka bawa.

Tanpa ada kesepakatan harga, mereka terpaksa menempuh perjalanan dengan ojek konvensional tersebut. Sesampainya di Tanjung Duren, ketiga sopir ojek konvensional itu meminta ongkos dengan tarif yang begitu tinggi. Mereka diminta membayar Rp 250 ribu per orang.

Kami sempat menawar Rp 100 ribu per orang namun para driver tersebut menolaknya. Dengan perdebatan yang panjang dan kami takut terjadi apa apa karena driver sudah emosi, akhirnya kami membayar Rp 150 ribu per orang atau Rp 450 ribu untuk tiga orang. Semoga video ini membuat kita semua lebih hati hati jika ingin menggunakan ojek pengkolan di daerah situ, " tulis akun Idnep di Facebook.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *